Ziarah Capres Tidak Dongkrak Suara di Pilpres 2009

Tradisi Capres

Ziarah Capres Tidak Dongkrak Suara di Pilpres 2009

- detikNews
Rabu, 30 Apr 2008 10:53 WIB
Jakarta - Mengunjungi makam tokoh nasional maupun agama biasa dilakukan para capres, termasuk capres Pilpres 2009. Tradisi ini dinilai tidak akan mendongkrak suara capres.

"Nggak banyak (mendongkrak suara). Paling hanya mendapat image positif dari para pendukung yang mengagumi tokoh-tokoh itu," kata Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA kepada detikcom, Rabu (30/4/2008).

Denny menilai kunjungan capres ke makam-makam memiliki niat baik dan bisa terjadi jalinan emosional dengan komunitas yang mendukung tokoh itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari sisi dukungan publik, publik menghormati tokoh besar seperti Bung Karno sebagai pahlawan dan sunan-sunan sebagai tokoh agama. Emosi publik keras dan dalam. Dengan sendirinya kunjungan capres bisa terjalin emosional dengan komunitas itu," papar Denny.

Namun demikian, kata Denny, publik kini menunggu program capres. "Lebih bagus lagi jika dalam kunjungannya capres menawarkan isu-isu yang sistematik. Wiranto, misalnya, dengan isu kemiskinan. Dia makan nasi aking bersama warga," ujar pria yang juga menjabat Ketua Asosiasi Riset Opini Publik Se-Indonesia (Aropi) ini.

"Jadi menawarkan program yang berikan solusi lebih efektif ketimbang ziarah bagi capres," lanjut Denny.

Sutiyoso yang telah memproklamirkan diri sebagai capres pada 29 April 2008 mengunjungi makam Sunan Drajad dan Sunan Giri di Jawa Timur. Sedangkan Wakil Ketua Golkar Agung Laksono ziarah ke makam Soekarno pada 19 April 2008. (aan/nrl)


Berita Terkait