Diperkirakan lebih dari 14 ribu orang memenuhi kompleks pesantren seluas 174 hektar itu. Santri yang belajar di Pondok Pesantren ini sendiri mencapai 13 ribu, laki-laki dan perempuan. Jumlah panitia dan peserta MLB yang diperkirakan sudah lebih dari 1.000 orang.
Peserta muktamar dari 36 DPW PKB ini mulai memadati Pondok Pesantren sejak Selasa 29 April lalu. 36 DPW yang diwakili 945 orang ini diperkirakan terus berdatangan hingga siang MLB resmi dibuka pada pukul 14.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peserta muktamar laki-laki ditempatkan di asrama putra, sementara peserta putri ditaruh di kompleks asrama putri.
Pantauan detikcom, pukul 06.00 WIB, ratusan peserta putra tampak sedang tidur-tiduran di teras dan ruangan kampus yang terdiri dari 25 bangsal yang dibangun atas sumbangan Yayasan Budha Tzu Chi itu.
Tampak juga tenda raksasa berukuran 50-50 meter telah didirikan dan hampir selesai didekorasi oleh para santri yang mengerjakan semalam suntuk. Lantai tenda bahkan dilengkapi lantai keramik.
Sentri yang lain sibuk membersihkan lantai karena diperkirakan ribuan muktamirin akan memenuhi kompleks pesantren yang didirikan tahun 1998 itu. Sebagian lagi ada yang merapikan halaman dan ruangan yang akan digunakan untuk muktamar.
Sementara itu, bagi muktamirin yang memiliki cukup dana, mereka memilih menginap di sejumlah hotel sekitar pesantren seperti Hotel Transit Parung, Flamboyan Hotel dan Gunung Kapur. Hotel-hotel ini berjarak kira-kira 5 km dari kompleks pesantren.
Meski begitu riuh, terkesan persiapan MLB ini sesuai namanya, luar biasa, jika tidak bisa dikatakan serabutan. Indikasinya, meski acara akan dibuka siang ini, spanduk-spanduk bergambar Ketua Umum Dewan Syuro Abdurrahman Wahid masih teronggok di ruang sekretariat. Kartu tanda peserta juga belum selesai. Riuh. (aba/aba)











































