"Fiuh... Rp 10 miliar? Wah sedap itu ya? Beli baju dapat berapa ya?" cetus Ganjar dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (22/4/2008).
Tak lama, siulan itu berubah tawa ketika Ganjar mendengar kabar dirinya menjadi salah satu operator Rp 10 miliar itu. "Kalau soal itu saya bilang begini, demi Allah saya bersumpah tidak tahu," kata anggota FPDIP setelah mengakhiri tawa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seingat saya, saya tidak ikut kunjungan lapangan ke sana (Tanjung Api-api). Makanya itu, nego-nya di mana? Wong hadir di situ juga sepertinya nggak," tuturnya.
Menurutnya, dia tidak masalah dengan isu tersebut. Maklum, ini bukan kali pertama namanya disebut-sebut terlibat 'uang kotor'. Namanya pernah disebut sebagai
penerima aliran dana BI.
Pun ketika rekan satu komisi di DPR, Al Amin, diseret KPK. Nama Ganjar sempat disebut-sebut lantaran menjadi anggota Tim Hutan Lindung Bintan.
"Tapi saya bukan malaikat. Mungkin bisa saja saya keliru. Mungkin saya pernah berlaku tidak benar. Kalau saya tidak benar dan ada konsekuensi hukumnya, tak lakoni," ucap Ganjar Mantap.
Seringnya nama dia disebut-sebut terlibat kegiatan negatif membuat keluarganya cukup tertekan. "Istri saya di Tokyo (sedang kuliah S2) jadi kepikiran. Untung anak saya masih 6 tahun jadi masih belum mengerti," curhat Ganjar. (nvt/aba)











































