Ketiga korban masing-masing Yudi (20) yang terluka di paha bagian atas, Faisal (14) terluka di tangan kanan dan Agus (20) yang terluka di betis kanan. Yudi dan Faisal dirawat di ruang kelas 1-A Rumah Sakit Sundari di Jl Pinang Baris, Medan. Sedangkan Agus dirawat di Rumkit Kesrem Binjai.
Keterangan yang diperoleh detikcom menyebutkan, ketiga korban yang masih bersaudara ini, tertembak Senin (28/4/2008) sekitar pukul 23.30 WIB saat sedang berada di rumah Yudi yang berada di Kelurahan Perdamaian, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Penerangan Kodam I/Bukit Barisan, Letnan Kolonel (Inf) Togar Panjaitan menyatakan saat ini penyelidikan sedang dilakukan. Kuat dugaan peluru itu bersumber dari letusan senjata api milik Sersan Kepala (Serka) Suyato, personel Artileri Pertahanan Udara Sedang (Arhanudse) 11, Binjai.
Senjata itu digunakan Suyato untuk memukul kepala Prajurit satu (Pratu) Purwanto, personel Detasemen Markas Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan. Senjata api itu meletus tiga kali tanpa disengaja.
"Mungkin saat memukulkan gagang senjata api, jarinya menekan pemicu," kata Togar kepada wartawan di Medan.
Pemukulan itu terjadi ketika Pratu Purwanto hendak mendamaikan rekannya, Pratu Zulfahmi dari Batalyon Infantri 111 Aceh, yang bertengkar dan dikejar warga Lingkungan Santosa. Di lokasi pesta keluarga Yudi, kedua prajurit TNI AD ini didatangi Serka Suyato. Upaya mendamaikan itu kemudian berbuah letusan senjata dan pelurunya mengenai warga sipil. Kini Suyato ditahan di Sub Detasemen Polisi Militer I/5 Binjai. (rul/aba)











































