"Kita telah berusaha semaksimal mungkin. Memang, lumpur masih muncrat dari cela-cela tanki yang ditutupkan. Lumpurnya jauh lebih kecil. Tapi, penginjeksiaan terus dilakukan, dan kita berharap tanggal 30 April semburan lumpur bena-benar berhenti," kata Asisten (Kepala) Manajer Humas Pertamina EP Region Sumatera Field Prabumulih, Ali Syahbana, melalui telepon, Selasa (29/04/2008).
Mengenai adanya sumur baru yang mengeluarkan lumpur, Ali menjelaskan itu adalah sumur tua yang pada tahun 2002 lalu pernah mengeluarkan lumpur, tapi sudah berhenti. "Yang keluar itu sedikit, tapi kebanyakan air. Air kental. Bukan lumpur," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun tidak sederas semburan lumpur di Sidoardjo, Jawa Timur, lumpur itu sudah 11 hari tidak dapat ditutup. Bila sebelumnya pihak Pertamina Prabumulih mengatakan adanya hambatan pengerahan alat berat ke lokasi.
"Kita akan terus melakukan yang terbaik. Kita akan berusaha menutup semburan lumpur itu. Percayalah, teknologi kami akan mengatasi persoalan ini," kata Ali.
(tw/djo)










































