Puisi Ginandjar untuk Jubah Merah

Puisi Ginandjar untuk Jubah Merah

- detikNews
Selasa, 29 Apr 2008 14:42 WIB
Jakarta - Sembilan jubah merah adalah dewa-dewa pembawa cerah
Para pengawal konstitusi yang gagah
Sembilan jubah merah bukan drakula-drakula haus darah
Bukan penjaga konstitusi yang membuat rakyat marah


Itulah petikan puisi yang dibacakan Ketua DPD RI Ginandjar Kartasasmita. Usai dibacakan, gerr pengunjung langsung membahana di dalam ruangan. 9 Anggota majelis hakim konstitusi yang mengenakan jubah warna merah juga langsung melempar senyum.

Puisi tersebut dibacakan Ginandjar dalam sidang uji materiil UU No 10/2008 tentang pemilu anggota DPR, DPD, dan DPRD, di Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (29/4/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terima kasih atas pidatonya yang sangat meyakinkan, termasuk puisinya tadi. Jadi supaya rakyat tidak marah, begitu kan," komentar ketua majelis hakim yang juga merangkap sebagai Ketua Konstitusi Jimly Ashiddiqie.

Dalam pidatonya, Ginandjar sempat menyampaikan soal dihapusnya dua syarat pencalonan anggota DPD dalam UU tersebut. Dalam UU Pemilu yang baru, menurut Ginandjar, anggota DPD bisa berasal dari parpol dan boleh tidak berdomisili di daerah yang diwakilinya.

Dengan dihapusnya dua persyaratan itu, kata dia, akan menimbulkan kekecewaan di daerah.

"Kalau 2 syarat itu tidak dicantumkan secara eksplisit, maka membuka ruang untuk anggota lembaga perwakilan daerah yang dangkal pemahamannya terhadap daerahnya yang diwakilinya dan berpotensi biasnya kepentingan wakil daerah akibat terkalahkan oleh kepentingan baru," jelas Ginandjar.
(ptr/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads