"Yang terjadi kemarin membuktikan KPK dan DPR sudah tidak ada masalah lagi. Polemik kemarin harus menjadi pembelajaran ke depan untuk tidak terjadi lagi," kata Hidayat pada wartawan di Gedung MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (29/4/2008).
Menurut politisi PKS ini, DPR harus membuktikan sebagai lembaga yang siap untuk membersihkan dirinya dari praktek korupsi. Ini sangat penting karena tidak satu pun orang di Indonesia yang kebal hukum, termasuk anggota DPR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian Hidayat berharap pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK tidak didasarkan pada balas dendam politik. Karena itu, aspek keterbukaan dalam proses pemberantasan korupsi sangat dibutuhkan.
"Basis pemberantasan korupsinya harus adil. Bukan atas dasar balas dendam politik. tetapi harus berdasarkan bukti-buki hukum yang kuat," pinta Hidayat.
Hidayat juga meminta agar masalah teknis seperti pengantian kunci tidak dipersoalkan. Terkuncinya ruang anggota DPR sampai harus di bongkar lewat plafon semata-mata karena annggota masih reses.
"Ini kan masa reses, jadi mungkin gak tau kalau mau digeledah. Jadi masalah teknis aja. Kan bisa dibuka dengan kunci duplikatnya," pungkas Hidayat. (yid/fay)











































