Arman mengumumkan, posisi hartanya pada 3 Oktober 2006 sebesar Rp 1.440.139.352. Total kekayaan Arman ini bergeming saat dia pensiun jadi Jaksa Agung.
Kekayaan Arman ini berasal dari harta berupa bangunan senilai Rp 354,58 juta. Harta berupa kendaraan senilai Rp 240 juta, surat giro Rp 969,4 juta. Arman sendiri memiliki utang sebesar Rp 200 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arman menjelaskan, kekayaan itu diperoleh saat dirinya menjabat sebagai hakim agung dan jaksa agung. "Namun, saya tidak melaporkan saat menjadi pengacara, karena tidak makan harta negara," ujar Arman di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (29/4/2008).
Rumah Arman dibeli pada saat dirinya menjabat sebagai pengacara pada 1990-an. Selain itu, harta tersebut juga diperoleh dari gaji, yakni Rp 19 juta saat menjadi jaksa agung dan Rp 14,5 juta saat menjadi hakim agung.
Arman sempat berseloroh, dirinya sempat meminta agar gaji jaksa agung dinaikkan. "Saya minta naik gaji dari Rp 19 juta menjadi Rp 40 juta setara dengan gaji pimpinan KPK. Tapi belum lagi gaji naik sudah di-reshuffle," tandasnya. (ary/fay)











































