Gertak sambal ala pendukung itu terjadi saat pasangan calon hendak keluar Kantor KPUD Jateng, Jalan Veteran Semarang, Selasa (29/4/2008). Mereka meneriakkan nomor urut dan slogan-slogan dengan lantang. Suasana jadi cukup riuh.
Pendukung pasangan yang diusung PKB, Agus Soeyitno-Abdul Kholiq Arif bahkan sampai memajang spanduk di dekat pintu lobi. Beberapa dara cantik dilibatkan. Satu dua orang memandu berteriak dan menunjukkan jari tanda nomor urut pasangan calon yang didukungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski riuh rendah, suasana sangat terkontrol. Ratusan pendukung tidak menunjukkan ekspresi emosi saat nomor urut yang diteriakkannya, diplesetkan pendukung lain. Mereka justru tertawa, saling mengejek.
Dalam undian yang dipimpin seluruh jajaran KPUD itu, nomor undian satu diisi Bambang Sadono-Muhammad Adnan (Golkar), berikutnya Agus Soeyitno-Abdul Kholiq Arif (PKB), Sukawi Sutarip-Sudharto (PKS-Demokrat), Bibit Waluyo-Rustriningsih (PDIP), dan M Tamzil-Rozaq Rais (PPP-PAN).
Usai pengundian, pasangan cagub/cawagub didaulat menyampaikan deklarasi "siap menang, siap kalah". Deklarasi dipimpin KH Mustofa Bisri atau Gus Mus.
Dalam tausiyahnya, Gus Mus membaca puisi pendek mengenai kisah Nabi Sulaiman yang mampu mendengar 'aspirasi' semut. "Seperti itulah yang diinginkankan. Pemimpin yang mampu mendengar suara golongan kecil." tandas budayawan asal Rembang ini. (try/djo)











































