PKB Gus Dur Ribut Ketum, Muhaimin - Lukman Edy Kian Mantap

PKB Gus Dur Ribut Ketum, Muhaimin - Lukman Edy Kian Mantap

- detikNews
Selasa, 29 Apr 2008 12:54 WIB
Jakarta - Muamir Muin Syam mendapat banyak dukungan untuk menjadi Ketum Dewan tanfidz PKB kubu Gus Dur. Namun bukan nama Muamir saja yang disebut-sebut, namun ada juga Ali Masykur Musa, Gus Choi, dan Yenny Wahid.

Sedangkan kubu PKB versi Muhaimin Iskandar sama sekali tidak mempermasalahkan 'ribut-ribut' ketum Dewan Tanfiz PKB Gus Dur. Bahkan kubu Cak Imin yakin, duet Muhaimin - Lukman Edy akan banyak mendapat dukungan muktamirin dalam MLB yang akan digelar tangal 2 - 4 Mei 2008.

"Biarkan saja mereka rebutan. Paling-paling nanti juga dipecat. MLB kita tetap Cak Imin ketua umumnya. Itu suara muktamirin," kata Sekjen DPP PKB Lukman Edy pada detikcom, Selasa (29/4/2008)

Menurut Lukman, PKB pimpinan Cak Imin saat ini sedang mempersiapkan segala hal agar MLB yang akan digelar di Hotel Mercure Ancol dapat berjalan sukses. Salah satu persiapan yang sedang digarap adalah menjalin komunikasi dengan para kiai-kiai yang akan hadir.

"Kita nggak ngurusin yang di sana. Mau rebutan ketua, mau apa, silahkan aja. Kita konsentrasi pada persiapan MLB yang benar sesuai AD/ART saja, sekarang sudah 400 cabang yang sah menyatakan dukungannya pada kita," terang Lukman yang juga menjadi ketua MLB.

Saat ditanya mengenai calon ketua Dewan Syuro di PKB pimpinan Cak Imin, Lukman dengan tegas menjawab, "Masih Gus Dur yang difavoritkan".

Namun jika Gus Dur tidak berkenan, PKB Muhaimin sudah menyiapkan penganti Gus Dur.

"Kita masih menginginkan Gus Dur sebagai ketua Dewan Syuro. Semoga beliau berkenan. Kalau beliau tidak mau, ya kita siapkan pengantinya," pungkas menteri PPDT ini.

Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding menegaskan, Lukman Edy akan dipasangkan kembali dengan Cak Imin karena Lukman dinilai sukses menjadi sekjen sebelum diberhentikan Gus Dur.

"Kalau Mas Muhaimin yang terpilih nanti saya kira yang akan jadi sekjen-nya ya Mas Lukman. Duet ini sudah terbukti sukses memimpin PKB," cetus Karding.

(yid/nvt)


Berita Terkait