Aksi demo itu dilakukan oleh 20-an orang dari Front Pemuda dan Santri Penyelamat PKB di Tugu Yogyakarta, Selasa (29/4/2008). Saat mereka melakukan doa bersama di simpang empat Tugu Yogya, tiba-tiba didatangi beberapa orang dari anggota Garda Bangsa dan PKB Kota Yogyakarta.
Massa Garda Bangsa dan PKB Kota Yogyakarta yang merupakan pendukung Gus Dur itu, tidak terima pimpinannya di demo pendukung Cak Imin. Apalagi Cak Imin yang juga wakil ketua DPR itu sudah dipecat dari partai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beruntung aparat Poltabes Yogyakarta yang berada di lokasi kejadian bertindak sigap. Mereka berhasil melerai kedua kelompok sehingga tidak terjadi bentrokan. Heru dan kawan-kawan diminta menyingkir. Peserta aksi juga diminta segera membubarkan diri.
Heru mengatakan, pihaknya berhak membubarkan pendemo yang mengaku massa dari PKB pendukung Muhaimin. Sebab mereka menghujat Gus Dur serta mendiskreditkan para pendukung ketua Dewan Syuro PKB itu.
"Demo boleh berbeda juga boleh, tapi bukan caranya seperti itu. Mereka bukan anggota PKB. Kami tidak kenal mereka. Kami menengarai aksi ini adalah massa bayaran," tegas Heru.
Dalam aksinya, Front Pemuda Santri Penyelamat PKB menuntut agar PKB dikembalikan ke NU. Sebab PKB adalah alat perjuangan politik bagi NU. Dalam aksi itu massa juga membawa sebuah keranda yang dibalut kain warna hitam bertuliskan 'Matinya Demokrasi di Tangan Gus Dur' serta sebuah spanduk ucapan selamat dan sukses pelaksanaan MLB PKB Cak Imin lengkap dengan fotonya.
"Kami mendukung MLB Cak Imin, bukan MLB Gus Dur. Tolak MLB Gus Dur dan kami meminta PKB dibersihkan dari parasit-parasit yang ada di kepengurusan," kata koordinator aksi M Pramudita.
(bgs/djo)











































