Lin Xiao Hua adalah warga negara asal Cina yang ditembak mati Kanit Reskrim Polsek Penjaringan Iptu Ali Yusron di Mangga Dua Square saat transaksi pembebasan Surini.
Kepada detikcom, Ali mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan surat ke Kedubes Cina agar mayat Franky bisa langsung diambil oleh pihak keluarganya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ali mengatakan, Franky sebenarnya memiliki teman selama di Indonesia. Tapi tampaknya teman-temannya juga tidak mau mengurusi jenazah Franky. "Siapa yang mau, mas. Pasti mereka takut urusannya panjang," ujar Ali.
Polisi, kata Ali, saat ini terus menyelidiki KTP dan SIM yang dimiliki pelaku. Sebab, alat identitas berupa SIM yang dimiliki pelaku adalah palsu.
"Kita tengah menyelidiki apakah SIM palsu itu dibuat sendiri atau dengan bantuan orang lain. Sebab siapa saja bisa memalsukannya," tambah Ali.
"Begitu juga dengan KTP pelaku. Kalau asli siapa yang mensponsori untuk membuat KTP itu," tambah Ali.
(mar/nrl)











































