"Bebas orang masuk ke situ, jualan apa-apa. Gara-gara itu juga ada beberapa yang ganti kunci duplikat," ujar anggota komisi IX DPR Anshory Siregar ketika berbincang dengan detikcom, Selasa (29/4/2008).
Bahkan, imbuh Anshory, dulu salah satu anggota dewan sempat dipukul orang tak dikenal. Anshory juga mengatakan jika ingin mengganti kunci, hendaknya, duplikatnya diberikan pada sekjen DPR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anshory termasuk anggota dewan yang tidak mengganti kunci ruangannya. Dia mengatakan, dalam ruangan terbagi ruangan asisten anggota dewan dan ruangan anggota dewan. Kunci duplikat hanya dimiliki orang sekretariat.
"Duplikatnya itu ada yang pegang orang sekretariat. Mereka bisa memasukkan minuman, kue, dan bisa membersihkan juga. Di dalam juga ada lemari lain yang kuncinya kita pegang. Duplikat hanya pintu masuk. Dalam ruangan itu 1 ruang asisten dan 1 ruang pribadi," kata dia.
Namun, Anshory menilai keamanan di Gedung Dewan kini sudah mulai bagus. Petugas pengamanan dalam sudah mulai berfungsi. Tamu-tamu sudah diseleksi dan mengisi buku tamu.
"Yang jelas, kalau kunci nggak rusak tapi diganti berarti ada sesuatu," kata anggota Badan Kehormatan DPR ini. (nwk/nvt)










































