"Kantor saya pun saya ganti kunci. Saya pernah kebobolan maling, komputer, hard disk diangkat semua," ujar anggota Komisi VII DPR Alvin Lie dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (29/4/2008).
Alvin mengatakan, saat mengganti kunci itu, dirinya tidak memberitahu pihak Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR. Pun tak memberikan duplikasi kunci barunya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak cuma dirinya, rekan satu fraksi Alvin di FPAN dan rekannya di fraksi lain juga pernah mengalami hal yang sama. Gawatnya, maling itu mengambil barang dalam ruangan tanpa tanda-tanda kerusakan pada pintu masuk.
"Yang mencuri punya kunci. Sudah dilaporkan ke Sekjen dan polisi. Bukan apa-apa, kalau yang ngambil teroris dan tertangkap, saya yang kena bagaimana. Kalau ditaruh narkoba bagaimana kalau saya nggak lapor," kata ketua kaukus penerbangan DPR ini.
Di satu sisi, imbuhnya, mekanisme pengamanan di dalam gedung DPR dinilai lemah. Pengamanan dalam dianggap tidak bisa berbuat banyak bila terjadi pencurian. Jadi, menurut dia, anggota DPR yang mengganti kunci ruangan itu merupakan mekanisme perlindungan diri dari maling.
(nwk/nrl)










































