Disuruh Bayar, Keluarga Pasien RSU Sekayu Berteriak di UGD

Disuruh Bayar, Keluarga Pasien RSU Sekayu Berteriak di UGD

- detikNews
Senin, 28 Apr 2008 17:27 WIB
Palembang - Seorang lelaki bernama Saparuddin bin Ajum (54), menarik perhatian puluhan orang di depan ruangan darurat gawat Rumah Sakit Umum Moehammad Husin, Jalan Jenderal Sudirman Palembang, Senin (28/04/2008) siang. Bukan apa-apa, dia berulangkali berteriak, "Pembohong! Tidak ada berobat gratis di Sekayu!"

Mendengar teriakan itu, sejumlah wartawan yang bertugas di rumah sakit itu, buru-buru mendekatinya. "Tolong catat nama saya. Foto wajah saya, masukan ke koran, ya," kata lelaki bertubuh kurus yang mengenakan kemeja coklat bergaris hitam ini.

Ternyata, Saparuddin yang baru datang dari Sekayu mengantarkan saudaranya Zawawi bin Ishak (60) ke rumah sakit umum Moehammad Husin, mengekspresikan kekecewaannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saudara saya berobat di RSU Sekayu, katanya gratis. Tapi, ternyata masih mengeluarkan biaya. Obatnya mahal, Rp 125 ribu satu obat. Jadi, bohong itu kalau berobat di Sekayu dan Musi Banyuasin itu gratis," kata warga desa Lais, Kecamatan Lais, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Diceritakan Saparuddin, suami adik istrinya yakni Zawawi bin Ishak mengalami sakit pembusukan telapak kaki kirinya. Lalu, dia membawanya ke rumah sakit umum Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel.

"Kami ini miskin. Kami berani membawanya ke rumah sakit lantaran dikatakan berobat di daerah kami itu gratis. Ternyata tidak, kami tetap mengeluarkan biaya," katanya."Setelah berada di rumah sakit itu selama 8 hari, kami minta bantuan saudara kami di Palembang, dan sampailah kami di rumah sakit ini," katanya.
(tw/djo)


Berita Terkait