Penjelasan polisi yang disampaikan kepada publik juga berbeda-beda. Misal, soal nama Michael. Kapolres Jakarta Utara Kombes Pol M Rum Murkal menyebut pria itu sebagai pacar Surini. Namun, Kanit Reskrim Penjaringan, Jakarta Utara, Iptu Ali Yusron, membantahnya. Menurut dia, Surini tidak punya pacar.
Michael telah diperiksa sebagai saksi oleh Polres Jakarta Utara, Jumat lalu. Sebelumnya diberitakan, berkat Michael-lah, Surini yang disekap di rumah kontrakan Lin Xiao Hua alias Franky Salim di Perumahan Sunter Agung Blok F 1 nomor 12 Tanjung Priok, Jakarta Utara, ditemukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masih banyak keterangan-keterangan lain yang perlu dipertanyakan terkait penculikan ini. Ketua RT di lokasi penyekapan Surini, Susanto, mengaku melihat ada pria yang keluar dari rumah tersebut sebelum polisi berdatangan menyelamatkan Surini.
Siapakah pria yang membawa koper dari rumah cukup mewah itu? Tidak jelas. Yang pasti, Iptu Ali Yusron lagi-lagi menepis kesaksian Ketua RT. Dia menegaskan tidak ada orang lain di rumah itu. Karena itu, dalam kasus penculikan ini, polisi kembali meyakinkan publik bahwa pelaku penculikan hanyalah Franky Salim yang telah tewas ditembak polisi pada Kamis (24/4/2008) lalu di Mangga Dua Square.
Pelaku tunggal? Agak sulit untuk menerima keterangan polisi ini, karena keterangan yang diberikan polisi masih sangat sedikit. Kata polisi, Surini tidak bersama Franky, saat polisi memburu pelaku di Mangga Dua Square.
Bila Surini tidak bersama Franky, apakah Franky memang menyekap Surini sendirian di rumah kontrakannya, tanpa ada penjaga? Padahal, kasus penculikan ini melibatkan uang yang sangat besar, sekitar Rp 1 miliar, sebagai uang tebusannya.
Identitas jelas Franky hingga kini juga masih gelap, selain diketahui bahwa dia warga negara China dan tidak bisa berbahasa Indonesia. Untuk apa Franky di Indonesia? Dia bekerja di mana dan untuk siapa? Apakah pekerjaan dia hanya menculik? Hal ini masih belum jelas benar.
Misteriusnya kasus penculikan ini akhirnya membuat sejumlah spekulasi. Ada isu bahwa kasus ini terkait kasus judi dan uang judi. Namun, polisi telah membantahnya.
Lantas kapan polisi akan menjelaskan kasus ini secara gamblang? Kapan korban dan keluarga korban penculikan muncul ke publik? Kasus-kasus penculikan sebelumnya yang selama ini terjadi di Jakarta selalu diakhiri dengan jumpa pers korban dan keluarganya. Sebab, keluarga senang korban bisa diselamatkan.
Dalam kasus penculikan ini, keluarga korban saja tidak dipublikasikan, kecuali disebutkan ayah Surini bernama Hasan. Hanya nama Surini yang muncul, sementara keluarga yang mengadukan kasus ini tidak diperjelas ke publik. Saat ini, publik masih menunggu kelanjutan kasus ini, karena publik - setidaknya orang-orang di Mangga Dua Square - sempat dibuat panik karena ada penembakan pelaku penculikan.
(asy/nrl)











































