UN susulan untuk SMA dan MA untuk Kota Solo diadakan di SMAN 4 Solo. Dua ruangan yang diperuntukkan untuk pelaksanaan UN susulan itu seharusnya penuh, namun banyak bangku kosong. Peserta dari SMA dan MA seharusnya 23 siswa, namun hanya 5 orang yang yang datang untuk mengikuti ujian.
Hal serupa juga terjadi di SMKN 5 Solo, tempat UN susulan bagi siswa SMK di Solo. Seharusnya UN susulan itu diikuti 30 siswa, namun pada pelaksanaanya hanya diikuti oleh 3 orang siswa.
Berbagai alasan diberikan oleh siswa yang tidak mengikuti UN susulan. Ada yang memberikan keterangan sedang sakit, ada yang memberitahukan tidak meninggalkan pekerjaan karena sudah bekerja, ada juga keterangan dari keluarga bahwa siswa yang bersangkutan sudah meninggal, ada pula yang tidak memberikan keterangan apapun.
Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Karanganyar. Dari jumlah total 27 siswa yang seharusnya mengikuti UN susulan di Kabupaten tersebut, hanya 3 siswa yang datang.
Siswa SMK yang seharusnya hari ini mengikuti UN susulan di SMKN 2 Karanganyar berjumlah 23 orang. Namun dari mereka hanya dua orang saja yang datang untuk mengikuti ujian. Dari banyak alasan yang diberikan siswa, terbanyak diberikan adalah alasan sudah bekerja.
Sedangkan UN susulan untuk SMA dilaksanakan di SMAN 1 Karanganyar hanya diikuti satu siswa saja, tiga lainnya tidak mengikuti ujian tanpa memberikan alasan yang jelas. (mbr/djo)











































