"Kita membuat sejumlah lubang di sekitar sumur itu, dan kita sudah menginjeksikan semennya pada siang ini," kata Asisten (Kepala) Manajer Humas Pertamina EP Region Sumatera Field Prabumulih, Ali Syahbana, melalui telepon, Senin (28/04/2008). "Kita berharap sore atau besok pagi semburan lumpur sudah berhenti," lanjutnya.
Dijelaskan Ali, aktifitas penutupan sumur (killing well) semburan lumpur gas sudah dilakukan sejak Minggu (27/042008) kemarin. Atau sampai hari ini sudah melakukan tahapan venting dan grouting.
Pembuatan venting dimulai dengan memasang area kerja di pusat semburan. Selanjutnya menjajaki kedalaman pusat semburan dengan tubing (digantung dengan crane). Jika tidak ada semburan akan lewat tubing tersebut, maka akan dilakukan pengeboran dengan power swivel sampai ada semburan melalui tubing. Venting yang dibuat jumlahnya 4 buah, dan untuk menahannya dengan sistem pengikatan.
"Tahapan grouting dimulai dengan memasukkan rangkaian tubing sampai dasar lubang semburan. Kemudian memompakan bubur neat semen ditambah CaCl2 dalam setiap sak semen ke dalam semburan. Hal itu dilakukan secara bertahap sampai ke permukaan. Seperti yang dilakukan siang ini," katanya.
Masih menurut Ali Syahbana material dan peralatan yang dibutuhkan dalam proses tersebut, antara lain power swivel, generator set (genset), crane, sementing, tangki lumpur lengkap dengan mixing tank, semen, dan lainnya. (tw/djo)











































