"Akhirnya kita mengizinkan. Kemarin terhambat karena persoalan komunikasi. Masak tiba-tiba, ujug-ujug, mau menggeledah. Kita tidak tahu siapa mereka, apakah benar dari KPK. Kalau sudah jelas kan kita izinkan. Kita berharap komunikasi ke depan lebih baik," kata anggota Fraksi PPP Yunus Yosfiah di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/4/2008).
Menurut Yunus yang juga anggota Badan Kehormatan (BK) DPR itu, penggeledahan juga cukup disaksikan Wakil Ketua BK Gayus Lumbuun. Hal ini dimaksudkan menghindari kesan DPR mengintervensi sehingga membuat kinerja KPK tidak efektif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Gayus menegaskan bahwa penggeledahan ruang Al Amin ini merupakan ujian bagi KPK untuk menunjukkan profesionalitasnya karena tidak semua dokumen di ruang Al Amin terkait kasus suap yang membelitnya.
"Ya, kita lihat nanti profesionalitasnya. KPK memang punya kewenangan untuk menggeledah. Tapi hari ini cukup di ruangan Al Amin. Bisa jadi nanti di tempat lain, tapi harus komunikasi dulu," pungkas Gayus. (aba/nrl)










































