"Itu gagasan yang bagus, tapi dikhawatirkan, seperti sering dikeluhkan masyarakat, polisi nanti menggunakan diskresinya untuk mencari-cari kesalahan pengguna jalan raya," kata anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Novel Ali saat dihubungi lewat telepon, Senin (28/4/2008).
Novel melanjutkan bahwa nanti bisa saja kesalahan kecil akan menjadi alat polisi untuk menilang. "Seperti tidak memakai pentil, ban gundul. Ini hanya untuk mengejar bonus," jelas dosen Universitas Diponegoro (Undip) sekarang.
Novel menjelaskan bahwa soal kesejahteraan tidak bisa begitu saja dijadikan alasan. "Bergaji kurang iya, tapi fungsi negara bukan cuma Polri, ada PNS dan TNI. Juga jangan digunakan alasan tingkat risiko pekerjaan, sebab pangkat brigadir dua polisi saja sudah lebih tinggi dengan jabatan setara di instansi yang lain," urainya.
Novel Ali menuturkan, memang polisi lalu lintas menjadi etalase kepolisian, yang bersentuhan dengan masyarakat langsung. Untuk itu yang juga perlu diperbaiki adalah mentalitas petugas.
"Dan adanya transparansi hasil audit publik atas uang tilang yang sekarang ini. Sehingga apriori masyarakat bisa dieliminasi," tegas pria berhidung mancung ini. (ndr/nrl)











































