Seperti dikutip dari AFP, Minggu (27/4/2008), peristiwa ini terjadi terjadi di Amstetten, Austria Timur. Sang wanita yang diketahui bernama Elizabeth Fritzl (42), seperti dituturkan seorang jaksa akan mengajukan tuntutan atas tindakan kejahatan berat ayahnya itu.
"Tuntutan atas Fritzl (nama sang ayah) atas tindakan penculikan dan inses pantas dilakukan," ujar seorang jaksa Gerhard Sedlacek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara korban, bersama 3 anak laki-laki dan 3 anak perempuannya yang berusia 5-20 tahun, kini tengah diperiksa tim psikolog. Diperoleh informasi bahwa anak ketujuh korban meninggal dunia tak lama dilahirkan, di ruang bawah tanah.
Sampel DNA anak-anak hasil inses itu, korban, serta sang ayah ikut juga diperiksa polisi. Hasil penyelidikan sementara, bahwa 6 anak yang hidup itu, tidak pernah didaftarkan dicatatan regsitrasi pemerintah.
Dan dari hal itulah mulai terbuka bagaimana tindak kejahatan terjadi. Saat seorang anak korban yang telah berusia 19 tahun, bernama Kerstin mengalami sakit berat pada pertengahan April lalu.
Doktor yang menangani penyakit sang anak, lalu mencoba menanyakan bagaimana catatan medis sang ayah dan ibu. Begitu hubungan itu dijelaskan, pihak medis lantas melaporkan ke pihak kepolisian.
Padahal sebelumnya, Elizabeth Fritzl dilaporkan hilang beberapa tahun lampau. Pihak berwenang Austria pun sempat mengambil kesimpulan kalau Fritzl menghilang setelah mengikut sekte religius. (ndr/)










































