Anggota Komisi VI DPR Nasril Bahar menyatakan, kendati belum ada keputusan resmi mengenai kemungkinan naiknya harga BBM di dalam negeri akibat kenaikan harga minyak mentah dunia yang sudah lebih dari USD 110 per barel, namun potensi masalah sudah mulai terlihat. Masyarakat di berbagai daerah sudah mulai khawatir.
"Selalu ada pertanyaan dari kalangan masyarakat dan kita dapat memaklumi itu. Selain itu setiap kali muncul isu kenaikan harga BBM, biasanya spekulan sudah mulai melakukan penimbunan dalam skala lebih besar, dan ini tentu masalah besar," kata Nasril Bahar kepada wartawan di Medan, Sumut, Minggu (27/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makanya aparat keamanan maupun pemerintah harus mengantisipasi masalah ini. Jangan nanti setelah BBM hilang baru kelimpungan," tutur Nasril Bahar.
Ditanya tentang peluang terjadinya kenaikan harga BBM,, Nasril menyatakan bahwa sejauh ini baru tahap wacana. Jika usulannya sudah masuk ke DPR baru bisa ditelaah, kajian-kajian pun perlu dilakukan. Sebab anggaran subsidi yang demikian tinggi maupun kemampuan masyarakat yang rendah, harus menjadi pertimbangan.
"Tentu ada solusi-solusi untuk itu. Tetapi apapun itu yang paling utama jangan sampai membebani rakyat kecil," tandas Nasril. (rul/ndr)











































