Pihak Pemkot kini langsung mencari sumber informasi tersebut serta data pembanding ke beberapa perguruan tinggi.
"Saya telah mendengar informasiΒ penurunan tanah di Jakut. Riset tersebut dilakukan dalam kurun waktu 15 tahun terakhir," kata Wali Kota Jakarta Utara Effendi Anas kepada detikcom tanpa mau menyebut lembaga riset tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mengkros cek data tersebut, pihaknya akan meminta data pembanding dari beberapa perguruan tinggi. Hal ini dilatarbelakangi karena sejak zaman dulu, 60 persen tanah di Jakarta Utara berada di bawah laut air pasang. Dari enam kecamatan di Jakarta Utara, hanya kecamatan Kelapa Gading yang tidak punya laut. Bahkan sebagian Kelapa Gading awalnya merupakan kawasan rawa-rawa yang diuruk menjadi pemukiman.
Meski demikian, dia membantah jika penurunan ini disebabkan oleh pembangunan kawasan perumahan mewah di sepanjang pantai Jakut. "Makanya kita harus kros cek, mana yang turun biar tidak salah memberikan kebijakan," pungkasnya.
(asp/nrl)











































