Ani, seorang karyawati swasta hampir saja menjadi korban perampasan motor di kawasan perkantoran Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis 25 April 2008 sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, dia tengah dalam perjalanan dari Mal Ambasador menuju kosnya di Pancoran dengan mengendarai motor Suzuki Satria.
"Setelah lewat perempatan Mega Kuningan dua orang yang berboncengan naik RX King memepet dan berteriak-teriak menyuruh saya menepi. Mereka memukul-mukul tangan saya sekuat tenaga supaya lepas dari gas," katanya kepada detikcom, Minggu (27/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya terpaksa mengerem dan motor saya mati. Saya langsung mengunci kontak dan lari menjauh dari motor. Saya takut mereka memakai kekerasan. Saya berteriak minta tolong tapi tidak ada yang menolong," kenang Ani.
"Melihat saya pergi, pria yang membonceng motor turun dan menghampiri motor saya. Tahu motor saya terkunci, dia langsung mengejar saya dan meminta kunci motor. Saya sangat takut sekali karena orang itu membawa pisau," katanya.
Untung saja, tak berapa lama beberapa mobil melewati jalan yang tembus ke Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, itu. "Tiba-tiba lalu lintas sedikit tersendat. Mungkin karena takut, dua orang itu pergi. Saya pun kembali ke motor saya dan pulang ke kos secepat mungkin sambil menangis. Sepanjang jalan tidak ada polisi yang terlihat," katanya.
Ani menduga, dua penjahat itu telah mengintainya sejak dia keluar dari Mal Ambassador. "Sekarang saya tidak berani naik motor sendiri malam-malam, apalagi di tempat sepi," kata perempuan 28 tahun yang sebelumnya biasa keliling Jakarta mengendarai motor ini. (ken/nrl)











































