Komisi IX DPR Dukung Menkes Hentikan Namru

Komisi IX DPR Dukung Menkes Hentikan Namru

- detikNews
Minggu, 27 Apr 2008 06:17 WIB
Jakarta - Keberadaan Naval Medical Research Unit (Namru) menjadi kontroversi. Menteri Siti Fadilah Supari berniat memutus kerja sama dan membawa persoalan ini ke rapat interdepartemen.

Langkah menteri asal Solo, Jawa Tengah ini dinilai bagus. Dukungan pun dilayangkan untuk ibu 58 tahun itu. "Setuju, kita akan dukung itu," kata Ketua Komisi IX DPR Ribka Tjiiptaning kepada detikcom, Minggu (27/8/2008).

Meski terlambat, kata Ribka, langkah Siti Fadilah harus didukung semua pihak. Menurutnya, pemerintah harus tegas mengambil keputusan dalam persoalan seperti Namru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kenapa baru sekarang, mestinya menteri yang dulu-dulu bisa bersikap tegas. Tapi walaupun terlambat, harus dilakukan," ujar Ribka.

Menurut Ribka, Namru-2 adalah sarang inteligen Amerika Serikat. Laboratorium kesehatan, kata dia, hanya kedok saja.

"Itu memang sarang inteligen. Harus distop kerjasamanya," tandasnya.

Kerja sama Indonesia - AS itu diteken pada 16 Januari 1970. Pada tahun 2000, Indonesia Indonesia sudah membatalkan kerjasamanya dengan laboratorium milik pemerintah AS itu.

Hal tersebut tertuang dalam surat yang dikirimkan Menlu Alwi Shihab kepada Dubes AS Robert S. Gelbard kala itu. Meski begitu, aktivitas Namru tidak lantas berhenti seiring pemutusan kerja sama.

Pada Desember 2005, kontrak kerja sama Namru 2 dengan Indonesia berakhir. Meski demikian, laboratorium milik Angkatan Laut AS itu masih beroperasi. Keberadaan para peneliti Namru yang bekerja di sebuah gedung di kompleks Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Depkes di Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat, ini dipertanyakan masyarakat. (ken/ken)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini