MTA NAMRU Bukan Mengemis Uang

MTA NAMRU Bukan Mengemis Uang

- detikNews
Sabtu, 26 Apr 2008 07:49 WIB
Jakarta - Menkes AS Michael O Leavitt dikutip Straits Times menuding Indonesia menginginkan pembayaran yang menyebabkan MoU NAMRU-2 mandeg. Menkes Siti Fadillah supari membantahnya. Mutual Transfer Agreement bukan mengemis uang.

"Itu adalah benefits sharing. Kalau dalam Islam itu bagi hasil," kata Menkes dalam diskusi di Bidakara, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat, (25/4/2008).

Menurut Menkes, yang terjadi selama ini adalah virus dibawa ke AS dan dimasak menjadi biang vaksin . Namun biang vaksin itu dikomersilkan AS untuk kepentingan mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Virus itu dari mana datangnya, itu milik negara tersebut," kata Menkes.

Kerja sama sejajar dan transparan itu yang diatur dalam Mutual Transfer Agreement (MTA). Dubes AS Cameron Hume mengatakan dalam jumpa persnya MTA ditentukan WHO, namun menurut Menkes, MTA adalah perjuangan Indonesia untuk kepentingan seluruh dunia.

"Kalau kasih spesimen harus memakai MTA," jelasnya.

Menkes menjelaskan MoU yhang sedang dibahas dalam 6 bulan ini mengandung 4 unsur. Pemerintah Indonesia menginginkan MTA, virus tidak dijadikan senjata biologis, tidak ada kekebalan diplomatik dan transparan serta membela kepentingan umat manusia.

"Mereka minta 60 orang (kekebalan diplomatik). Padahal kalau fair kan enak," pungkasnya. (fay/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads