memperbaiki partai.
Pertemuan kiai Jateng, Jatim, Jabar, DKI, dan Banten digelar di kediaman Gus Mus, Leteh, Rembang, Jum'at (25/4/2008). Kiai yang hadir diantaranya, Azis Mansyur (Jatim), Mahfudz Ridwan (Jateng), Mukhlas Dimyati (Jabar), Abdul Hayyi (Jakarta/Banten) dan Subhan Makmun (Jateng)
KH Subhan yang didaulat berbicara dalam pertemuan Muhaimin dan DPC se-Jateng mengatakan, Gus Mus meminta kader PKB menjalankan roda organisasi sesuai AD/ART dan menyambut baik gagasan para kiai untuk mengajak musyawarah memikirkan PKB dan NU.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beliau mengatakan Muhaimin harus berniat ndandani (memperbaiki) PK dan bukan melawan Gus Dur," kata KH Subhan disambut tepuk tangan pengurus DPC se-Jateng di Hotel Pandanaran Semarang, Jalan Pandanaran, Jumat (25/4/2008) malam.
KH Subhan menambahkan, Mbah Sahal juga berpesan PKB harus siap ditinggalkan Gus Dur. Gus Dur selalu merasa paling benar, sehingga tidak bisa menerima saran untuk ditata PBNU.
KH Mahfudz Ridwan yang diminta bicara setelah KH Subhan menceritakan pengalamannya saat berkawan dengan Gus Dur seperti saat kuliah di Timur Tengah. "Saya tak punya beban dengan siapapun, karena tidak terlibat di struktur PKB," katanya.
Usai menyelesaikan pertemuan di Semarang, kubu Muhaimin berencana sowan ke kediaman KH Dimyati Rois di Kendal. Muhaimin didampingi Abdul Kadir Karding, Niam Salim, dan sejumlah pengurus DPP lainnya.
(try/gah)











































