"Lantaran cuaca yang kurang baik, lantaran sering hujan, kita menargetkan mobilisasi alat berat ke lokasi pada hari Minggu, dan Senin injeksi ke sumur dapat dilakukan sehingga tidak ada lagi lumpur yang keluar," kata Kepala Humas Pertamina EP Region Sumatera Field Prabumulih, Ali Syahbana, melalui telepon, Jumat (24/04/2008) malam.
Soal kecemasan warga desa Lubai Persada, Kecamatan Rambang Lubai, Kabupaten Muaraenim, Sumatra Selatan, Ali menganggap hal itu wajar. "Soal cemas itu wajar saja. Tapi, kalau kondisi membahayakan, jelas kami akan melakukan evakuasi. Sampai saat ini kondisi aman. Lumpur dingin yang keluar dari sumur itu bukan bahan berbahaya. Jadi, kami harapkan masyarakat tenang-tenang saja. Selain itu, kalau merugikan masyarakat kami jelas akan memberikan ganti rugi," kata Ali.
Sementara itu, lumpur terus keluar dari sumur Merbau 01. Lumpur yang sebagian besar adalah air itu bercampur dengan air hujan yang terus turun. Tapi, tiga tanggul yang dibuat Pertamina sejauh ini masih mampu menahan luberan lumpur dan air.
Bupati Batal Hadir
Bupati kabupaten Muaraenim Kalamuddin Djinab, yang rencananya akan mengunjungi lokasi pada Jumat (25/04/2008) siang, terpaksa membatalkan dirinya lantaran hujan turun. โRencananya besok sore beliau ke lokasi,โ kata Ali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejak tahun 2001 lokasi dijadikan pengeboran sumur gas, air sumur terus berkurang, dan sumur amblas," kata Nain, kepala dusun I desa Lubai Persada kepada pers.
Dikatakan Nain, sampai saat ini pihak Pertamina melakukan sosialisasi mengenai semburan lumpur tersebut. "Jadi, wajar kalau kami cemas lumpur itu seperti lumpur Lapindo," katanya. (tw/gah)











































