PBNU Harap Konflik PKB Selesai dan Bisa Ikut Pemilu

PBNU Harap Konflik PKB Selesai dan Bisa Ikut Pemilu

- detikNews
Jumat, 25 Apr 2008 18:50 WIB
Jakarta - Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) tidak akan dukung-mendukung salah satu kubu di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang saat ini berkonflik. Namun, PBNU berharap konflik tersebut tidak merembet ke akar bawah warga NU dan partai itu bisa ikut pemilu.

"Kedatangan saya tidak ada kaitan dengan dukung-mendukung. Saya hadir di sini karena diundang, kalau pun misalnya di sana ada acara, kita diundang, ya kita juga akan datang," kata salah satu Ketua PBNU Ahmad Bagdja di sela-sela acara halaqah pra muktamar PKB kubu Muhaimin Iskandar di kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (25/4/2008).

Yang jelas, menurut Bagdja, PBNU merasa prihatin dengan konflik di tubuh PKB tersebut dan berharap bisa diselesaikan secara internal. "Lebih baik bersatu, tapi jika tidak bisa seyogyanya membatasi diri pda hal-hal yang tidak merembet ke bawah, misalnya menimbulkan pro dan kontra di NU, itu yang kita hindarkan," jelasnya.

PBNU sendiri lanjut Bagdja, siap menjadi perantara kedua kubu untuk melakukan dialog guna menyelesaikan masalahnya. "Kita bersedia bila beliau-beliau meminta kita jadi prantara, tapi belum ada niat, belum dengar. Tapi yang saya dengar baru cak Imin yang bersedia, tapi itu saya belum terima," ungkapnya.

Seharusnya, Bagdja melanjutkan, kedua pihak yang berkonflik ini bisa menyelesaikan persoalan, sebab di partai tersebut bersisi orang yang pintar dan punya pengalaman. "Jangan terus menerus minta NU, kan kita nggak ada urusannya. Harapan kita itu diselesaikan," tandasnya lagi.

PBNU berharap agar PKB tetap solid dan segera mengambil langkah-langkah kongkret untuk menyelesaikannya bila mau ikut menjadi peserta pemilu. "Tapi itu bukan kita yang berupaya untuk itu," imbuhnya lagi.

Bagdja juga meminta agar setiap terjadi persoalan di tubuh PKB, jangan selalu membawa-bawa nama Gus Dur, sebab Gus Dur sebagai orang besar mestinya mengerjakan hal yang besar juga, soal kemanusiaan, demokrasi, keagamaan. "Jangan diganduli urusan PKB terus, kan kasihan menurut saya," pungkasnya lagi. (zal/gah)


Berita Terkait