Massa Anti-Imperialisme Demo Tuntut NAMRU-2 Ditutup

Massa Anti-Imperialisme Demo Tuntut NAMRU-2 Ditutup

- detikNews
Jumat, 25 Apr 2008 15:10 WIB
Jakarta - Sejumlah orang yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Anti Imperialisme mendatangi Laboratorium Naval Medical Research Unit-2 (NAMRU-2). Mereka menuntut pemerintah mengusir dan menghentikan operasi lembaga riset milik Dephan AS tersebut.

Massa "Ganyang NAMRU-2" yang berjumlah sekitar 25 orang ini tiba di kantor Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan di Jl Percetakan Negara No 29, Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (25/4/2008) pukul 14.20 WIB.

Mereka merupakan gabungan Gema Pembebasan, Kesatuan Nasional Pemuda Islam Indonesia (KNPII), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Dalam aksinya mereka membawa sejumlah poster bergambar kepala orang menggunakan helm dan masker dengan tulisan "NAMRU, Topeng Gas untuk Menjajah Indonesia" dan "Usir NAMRU dari Bumi Indonesia".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, aliansi pemuda dan mahasiswa ini juga membawa spanduk bertuliskan "Usir NAMRU-2 dan Intelijen AS" dan "Pemerintah Pengecut, Kalo Ngga Berani Usir NAMRU-2". Aksi demo ini dijaga puluhan aparat kepolisian tepat di pintu gerbang Dirjen P3L Depkes di mana laboratorium NAMRU-2 berada.

Dalam orasinya, Sekjen Pengurus Pusat Gema Pembebasan Erwin Permana menyatakan, agar pemerintah menolak keberadaan NAMRU dan menghentikan operasinya di Indonesia. "Pemerintah harus ambil alih laboratorium itu agar dikelola Depkes untuk kepentingan rakyat Indonesia. Usir staf angkatan laut AS di NAMRU yang diduga melakukan kegiatan intelijen," teriaknya.

Aliansi ini mendukung Menkes Siti Fadillah Supari yang berkeinginan agar aktivitas laboratorium itu dihentikan dan sejumlah rumah sakit di seluruh Indonesia tidak mengirimkan sampel ke NAMRU.

Para pendemo ini menyesalkan keberadaan NAMRU-2 sejak tahun 1975 atas perjanjian antara RI-AS tahun 1970 ini, tapi tidak ada transparansi kinerjanya dan bersikap tertutup. Akibatnya, hasil penelitiannya tidak banyak memberikan manfaat kepada masyarakat dan disinyalir melakukan kegiatan rahasia di wilayah yang jadi aset negara.

Padahal selama ini NAMRU-2 ini justru dilakukan untuk kepentingan kesehatan dan keamanan anggota AL dan marinir AS. Lab NAMRU-2 sendiri telah mengembangkan percobaan vaksin malaria, demam berdarah, Hepatitis E, Breeding Colony nyamuk malaria.

Dengan laboratoruim Biosafety Level 3, NAMRU-2 juga mengembangkan virus Rickettsia, Japannese B Encephalitia dan virus Hantaan. Sebelum kontrak habis dan dilarang operasinya oleh Depkes, NAMRU-2 juga sempat terlibat pengembangan virus Flu Burung atau H5N1. (zal/aba)


Berita Terkait