Massa "Ganyang NAMRU-2" yang berjumlah sekitar 25 orang ini tiba di kantor Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan di Jl Percetakan Negara No 29, Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (25/4/2008) pukul 14.20 WIB.
Mereka merupakan gabungan Gema Pembebasan, Kesatuan Nasional Pemuda Islam Indonesia (KNPII), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Dalam aksinya mereka membawa sejumlah poster bergambar kepala orang menggunakan helm dan masker dengan tulisan "NAMRU, Topeng Gas untuk Menjajah Indonesia" dan "Usir NAMRU dari Bumi Indonesia".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam orasinya, Sekjen Pengurus Pusat Gema Pembebasan Erwin Permana menyatakan, agar pemerintah menolak keberadaan NAMRU dan menghentikan operasinya di Indonesia. "Pemerintah harus ambil alih laboratorium itu agar dikelola Depkes untuk kepentingan rakyat Indonesia. Usir staf angkatan laut AS di NAMRU yang diduga melakukan kegiatan intelijen," teriaknya.
Aliansi ini mendukung Menkes Siti Fadillah Supari yang berkeinginan agar aktivitas laboratorium itu dihentikan dan sejumlah rumah sakit di seluruh Indonesia tidak mengirimkan sampel ke NAMRU.
Para pendemo ini menyesalkan keberadaan NAMRU-2 sejak tahun 1975 atas perjanjian antara RI-AS tahun 1970 ini, tapi tidak ada transparansi kinerjanya dan bersikap tertutup. Akibatnya, hasil penelitiannya tidak banyak memberikan manfaat kepada masyarakat dan disinyalir melakukan kegiatan rahasia di wilayah yang jadi aset negara.
Padahal selama ini NAMRU-2 ini justru dilakukan untuk kepentingan kesehatan dan keamanan anggota AL dan marinir AS. Lab NAMRU-2 sendiri telah mengembangkan percobaan vaksin malaria, demam berdarah, Hepatitis E, Breeding Colony nyamuk malaria.
Dengan laboratoruim Biosafety Level 3, NAMRU-2 juga mengembangkan virus Rickettsia, Japannese B Encephalitia dan virus Hantaan. Sebelum kontrak habis dan dilarang operasinya oleh Depkes, NAMRU-2 juga sempat terlibat pengembangan virus Flu Burung atau H5N1. (zal/aba)











































