Siswi Tangerang Raih Perak di Pertemuan Ilmuwan Muda Dunia

Siswi Tangerang Raih Perak di Pertemuan Ilmuwan Muda Dunia

- detikNews
Jumat, 25 Apr 2008 15:00 WIB
Jakarta - Nama Indonesia kembali harum di dunia internasional. Siswi SMA Santa Laurensi-Tangerang meraih medali perak di ajang The 15th International Conference of Young Scientist) 18-23 April 2008 di Chernivtsi, Ukraina.

ICYS adalah ajang pertemuan ilmuwan muda (usia antara 14 – 18 tahun) yang berprestasi dunia, yang memperlombakan hasil penelitian mereka di bidang ilmu Fisika, Matematika, Ilmu Komputer dan Ekologi/Environmental Sciences. Lomba ini diadakan setiap tahun - kali ini adalah ke -15 - dengan peserta datang dari negara-negara Eropa, Amerika dan Asia (Indonesia, India, Jepang).

Para siswi yang ikut bertarung dalam pertemuan ilmuwan ini harus menguasai bahasa Inggris. Sebab, presentasi hasil penelitian mereka dilakukan dalam bahasa Inggris.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada tahun ini, dua proyek penelitian siswa Sekolah Santa Laurensia, Serpong terpilih untuk mewakili Indonesia di ajang kompetisi Internasional ini. Yaitu :
1. Proyek ekologi dengan judul "Saving water by exploiting gray water" oleh  Cassandra Jayanthy (XI IPA 2)  & Renatta Nataraharja (XII IPA 1)
2. Proyek ekologi dengan judul "The Effect of Mangosteen Peel Extract on the Fertility of Male White Mouse" (Pengaruh Ekstrak Kulit Manggis terhadap Kesuburan Tikus Putih Jantan) oleh Terrenz Kelly Tjong (XI IPA 2) & Lynn Kaat Kurniawan (XII IPA 1).

Pada kompetisi ini Terrenz berhasil merebut medali perak yang merupakan hasil terbaik yang diperoleh kontingen Indonesia. Ini merupakan medali perak kedua yang berhasil diperoleh siswi SMA Santa Laurensia pada ajang internasional bergengsi tersebut setelah tahun lalu Maria Rossyani merebut medali perak dengan penelitiannya tentang penggunaan serat alami pada bahan komposit.

Sebagaimana rilis yang diterima detikcom, Jumat (25/4/2008) dari Santa Laurensia School, lomba ini diadakan dengan membawa misi mendekatkan sains pada generasi muda serta menggali potensi peneliti muda yang kelak dapat berperan dalam inovasi dan pengembangan sains dan teknologi untuk kemajuan dan kesejahteraan dunia. (asy/nrl)


Berita Terkait