Benang Raja Tak Berkibar, Kota Ambon Aman

HUT RMS

Benang Raja Tak Berkibar, Kota Ambon Aman

- detikNews
Jumat, 25 Apr 2008 14:18 WIB
Jakarta - HUT Republik Maluku Selatan (RMS), yang jatuh hari ini, 25 April, tidak berpengaruh terhadap
aktivitas warga kota Ambon. Kondisi lalu lintas, hingga aktivitas pedagang maupun pembeli di empat pasar di kota Ambon berjalan lancar.

Warga mengaku gembira, karena tak terganggu. "Saya senang, karena tak ada gangguan seperti tahun-tahun lalu," ujar Yosephina Matakane (42), pedagang di pasar Tagalaya Ambon.

Ungkapkan yang sama oleh Siti Hadidjah Paulain (45), pedagang pisang di pasar Mardika. "Hari ini kami berjualan aman-aman saja. Tak ada gangguan sedikitpun," kata Siti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Siti bahkan mengaku tidak mengetahui sama sekali bahwa hari ini HUT RMS. "Saya tidak tahu. Pagi subuh sudah berangkat dari kampung bawa hasil dagang ke pasar," tutur Siti.

Kondisi sama juga terjadi di Ambon Plaza, yang merupakan satu-satunya pusat peerbelanjaan yang banyak digandrungi warga kota Ambon dan sekitarnya. Keramaian sangat nampak, sejak pukul 10.00 wit hingga sore ini. Tak satupun pedagang yang menutup toko di sepanjang Jl AY Patty, Sam Ratulangi, AM. Sangadji maupun Sutan Babullah, Jl Tulukabessy dan Jl Diponegoro.

Pantauan detikcom, di sejumlah area di kota Ambon yang dianggap aparat keamanan rawan penaikan bendera RMS, seperti Kudamati, Benteng Atas, Batu Meja, Batu Gajah, Karang Panjang, aktivitas warga berjalan lancar.

"Kami menyesal, jika sampai saat ini, masih ada anggapan bahwa wilayah kami di Kudamati rawan RMS. Coba lihat hari ini, tak satupun bendera yang berkibar atau naik di wilayah kami," ujar Adolf Wattimena (28), warga Kudamati.

Mengantisipasi adanya aksi RMS, baik Kepolisian maupun TNI sejak satu Minggu yang lalu sudah menempatkan empat sampai enam personelnya di area-area rawan tersebut.

Sementara itu, mengantisipasi aksi RMS, Polres Maluku Tengah, sejak kemarin hingga siang tadi, melakukan swiping terhadap semua pengendara motor maupun mobil. Hal yang sama dilakukan Polres Seram Bagian Barat (SBB). Kendati demikian, tak satupun bendera, atau benda tajam maupun senjata api yang ditemukan polisi.

"Syukur, hari ini tak ada gangguan karena tanggal 25 April. Semua personel sudah saya perintahkan siap guna mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan seperti penaikkan bendera atau upacara RMS," ujar Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKBP Didiek Widjanarko, kepada detikcom via telepon selular.

Namun, Kapolres tetap mengharapkan agar warga kota Ambon memberikan informasi, jika ada gerakan-gerakan yang mencurigakan. "Saya minta warga membantu kami dengan memberikan informasi terkait aktivitas RMS," pintanya.

Sekedar diketahui, sehari sebelum HUT RMS, pihak Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, berhasil menangkap sepasang suami istri di Benteng Atas, Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon. Saat meringkus suami istri ini, ditemukan sejumlah barang bukti seperti, bendera RMS ukuran 1,5 meter dan sejumlah dokumen RMS. Keduanya kini mendekam di tahanan Polda Maluku, Jl Rijali, Ambon.
(han/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads