Mau Kerja Magang, Puluhan Wanita Malah Kehilangan HP

Mau Kerja Magang, Puluhan Wanita Malah Kehilangan HP

- detikNews
Jumat, 25 Apr 2008 11:50 WIB
Yogyakarta - Mencari kerja di jaman sekarang memang sungguh sulit. Bahkan jika tidak hati-hati, bisa-bisa malah menjadi korban penipuan. Seperti nasib puluhan wanita muda di Yogyakarta ini. Niat mereka ingin bekerja magang di sebuah perusahaan telekomunikasi kandas. Alih-alih mendapat pekerjaan, handphone (HP) mereka malah lenyap ditipu.

Peristiwa itu terjadi di Wates Kabupaten Kulonprogo, Provinsi DI Yogyakarta. Korban penipuan yang sebagian besar adalah lulusan SMA dan SMK melaporkan kasus itu ke Polres Kulonprogo.

Modus penipuan adalah tawaran kerja paruh waktu di sebuah perusahaan telekomunikasi. Korban penipuan yang dilakukan oleh seorang wanita yang dipanggil Kak Wati itu, sebagian besar wanita lulusan SMA dan SMK umur rata 19-22 tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasatreskrim Polres Kulonprogo, AKP Suhadi, kepada detikcom mengatakan korban sudah melaporkan kasus penipuan itu baru 20-an orang. Padahal jumlah keseluruhan korban Wati diduga mencapai 50-an orang.

"Pelaku bernama Wati umur sekitar 30 tahun, tinggi 155-an cm dan agak gemuk," kata Suhadi.

Di sekitar wilayah Wates, Senin 21 April, terpasang beberapa pamflet program tawaran kerja magang bagi
lulusan SMA/SMK di perusahaan telekomunikasi. Pamflet itu dipasang di warung, rumah, toko dan di tempat strategis lainnya lengkap dengan alamat dan pelaksanaan tes

Tes dilakukan di sebuah rumah di kampus Wetan Pasar Kecamatan Wates pada Rabu 23 April sekitar jam 12.00 WIB. Di rumah itu, peserta diminta mengisi formulir dan biodata serta wawancara singkat. "Setelah berkumpul
semua, handphone milik korban diminta dikumpulkan dalam keadaan off atau mati," ungkap Suhadi.

Wati kemudian memasukkan perangkat komunikasi itu ke dalam tas. Setelah itu pelaku pamit keluar hendak membeli pulsa untuk pengisian data peserta magang. "Semua peserta akan diberi pulsa gratis lengkap kode PIN masing-masing peserta," katanya.

Namun setelah ditunggu lama, ternyata pelaku tidak muncul-muncul. Sampai akhirnya para korban menyadari mereka telah tertipu. Keesokan harinya kasus ini dilaporkan ke polisi.

"Kita yakin perusahaan itu fiktif. Nomor handphone pelaku juga sudah dimatikan. Tapi kami masih melacak dari rumah yang dijadikan tempat seleksi yang bisa dijadikan petunjuk awal," ungkap Suhadi. (bgs/djo)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini