Kasus penculikan boleh dibilang cukup sering terjadi. Meski begitu, syukurlah, tingkat keberhasilan penculikan di Indonesia sangat rendah.
"Sebagian besar penculikan di Indonesia terungkap," ujar guru besar Kriminologi Universitas Indonesia, Adrianus Meliala, saat dihubungi detikcom, Jumat (25/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau mencuri kan sudah selesai. Kalau menculik, penculik harus merawat korban, lalu lokasi tempat tinggal korban juga harus berpindah, dan sebagainya," imbuh Adrianus.
Adrianus juga menilai, kasus penculikan dengan meminta uang tebusan senilai US$ 100.000 atau nyaris Rp 1 miliar yang dilakukan oleh komplotan Franky Salim cs dinilai memiliki motif balas dendam atau faktor ekonomi.
Seorang perempuan warga Pantai Indah Kapuk (PIK) diculik pada 21 April 2008. Perempuan itu diculik oleh komplotan Franky Salim cs. Saat melakukan transaksi dengan keluarga korban di Mangga Dua Square, Franky Salim berhasil dilumpuhkan polisi hingga tewas.
(ptr/mar)










































