Berikut sejumlah penggeledahan yang dilakukan KPK pada sejumlah lembaga negara:
KOMISI PEMILIHAN UMUM
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ruang Sekjen KPU diperiksa dalam kasus dugaan suap dengan tersangka anggota KPU Mulyana W Kusumah.
20 Mei 2005
Penyidik KPK menggeledah ruang Ketua KPU Nazaruddin Syamsuddin.
22 Juli 2005
Ruang anggota KPU Rusadi Kantraprawira juga digeledah.
MAHKAMAH AGUNG
30 September 2005
Petugas KPK menggeledah sebuah ruangan di Gedung MA setelah KPK menangkap mantan hakim Pengadilan Tinggi Yogyakarta Harini Wijoso, Sriyadi (anggota staf Direktorat Perdata MA), Malam Pagi Sinuhadji (Kepala Bagian Kepegawaian MA), Pono Waluyo (staf bagian kendaraan MA), Suhartoyo (Wakil Sekretaris Korpri MA), dan Sudi Ahmad (staf Suhartoyo di Korpri MA). Dari keenam tersangka kasus suap tersebut, KPK menyita uang 400.000 dollar AS dan Rp 800 juta.
27 Oktober 2005
22 Penyidik KPK menggeledah ruang kerja Ketua MA Bagir Manan, hakim agung Parman Suparman dan Usman Karim, selaku majelis hakim yang menangani kasus Probosutedjo yang dituduh korupsi.
Ruang Asisten Tim A Rahmi Mulianeti, Sekretariat Ketua MA, dan ruang Pelaksana Tugas Direktur Pidana Suparno, juga digeledah untuk mencari barang bukti.
Harini, kuasa hukum Probosutedjo, diganjar 4 tahun penjara dalam kasus suap di Mahkamah Agung (MA) tersebut.
KOMISI YUDISIAL
28 September 2007
Tujuh penyidik KPK menggeledah ruang kerja Komisioner Komisi Yudisial (KY) Irawady Joenoes, Sekjen KY Muzayyin, dan ruangan Kepala Biro Umum Danardono. KY bersikap kooperatif, bahkan telah menyiapkan dokumen yang dirasa diperlukan.
Pengadilan Tipikor mengganjar Irawady delapan tahun penjara karena bersalah dalam korupsi kasus kasus penerimaan gratifikasi pengadaan tanah di Komisi Yudisial.
BANK INDONESIA
29 Januari 2008
Penyidik KPK menggeledah kantor Gubernur BI Burhanuddin Abdullah dan Direktur Hukum BI Oey Hoey Tiong di Jalan MH Thamrin, serta kantor Rusli Simanjuntak di kantor perwakilan BI di Surabaya dalam kasus suap aliran dana BI ke DPR.
KEJAGUNG
4 Maret 2008
Penyidik KPK menggeledah Gedung Bundar Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk mencari barang bukti suap Rp 6 miliar kasus BLBI yang melibatkan tersangka Jaksa Urip Tri Gunawan. (nrl/aba)











































