Transaksi di Mal, Trik Penculik Agar Gampang Kabur

Penembakan di Mal Mangga Dua

Transaksi di Mal, Trik Penculik Agar Gampang Kabur

- detikNews
Jumat, 25 Apr 2008 10:44 WIB
Jakarta - Mengapa komplotan penculik Franky Salim cs memilih pusat belanja Mangga Dua Square sebagai lokasi transaksi dengan keluarga korban penculikan senilai nyaris Rp 1 miliar? Itu hanyalah trik penculik agar mudah kabur.

"Pelaku penculikan kan juga pasti curiga keluarga korban membawa polisi. Nah, dengan transaksi di tengah keramaian, pelaku mudah kabur di tengah kerumunan massa," kata guru besar kriminologi Universitas Indonesia, Adrianus Meliala, dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (25/4/2008).

Strategi penculik tersebut, menurut Adrianus, merupakan cara yang biasa digunakan pelaku kejahatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagaimana dengan tindakan petugas kepolisian yang melakukan penembakan di pusat bisnis raksasa yang tengah ramai pengunjung itu?

Adrianus mengatakan, polisi telah melakukan prosedur tetap (protap), yaitu jika nyawanya terancam, maka polisi bisa menembak pelaku.

"Itu sudah jadi satu prasyarat. Polisi bisa menembak di bagian yang melumpuhkan, ketika pelaku mulai mengancam hidup polisi itu," pungkas Adrianus.

Komplotan Franky Salim menculik seorang wanita warga Pantai Indah Kapuk (PIK) pada Senin 21 April. Setelah berganti-ganti lokasi pembebasan, penculik meminta keluarga korban membawa uang tebusan di Mangga Dua Square senilai US$ 100.000 atau nyaris Rp 1 miliar.

Saat uang US$ 100.000 sudah di tangan Franky, polisi menyergap. Franky kabur dengan membawa pistol FN. Polisi berhasil melumpuhkan Franky di toilet mal.


(ptr/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads