Tudingan gencar bahwa NAMRU melakukan operasi intelijen terdengar belakangan ini. Penelitian berbagai macam virus diduga hanya menjadi kedok kegiatan intelijen itu.
Pengamat intelijen AC Manullang mengatakan, bukan tidak mungkin NAMRU masih bertahan di Indonesia lantaran punya kepentingan di pemilu dan pilpres. Apalagi, meski draf MoU perpanjangan kerja sama dari Indonesia sudah dikirim ke Washington, AS belum juga merespons.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, hal itu bagian dari grand strategy AS. "Siapa pun presiden 2009, maka yang tidak menghalangi proses globalusasi AS yang mengusung neokapitalisme dan neokolonilesme. Mengelus-elus capres lah," terang mantan Direktur Bakin ini.
Bila Indonesia mengusir NAMRU dari Indonesia, dia menilai, tidak akan mengganggu hubungan dua negara. "Tidak mungkin putus hubungan. Indonesia adalah jembatan dari Asia ke Australia," pungkas Manullang. (nvt/ana)











































