"Dalam simulasi ini akan dilakukan beberapa kegiatan selama dilakukannya penanggulangan episenter, seperti surveilans untuk deteksi dini dan pelacakan kontak, rujukan ke rumah sakit, tata laksana kasus di Puskesmas dan RS, karantina rumah dan wilayah, rofilaksis masal, komunikasi risiko, pengamanan perimeter," kata Direktur P2ML Departemen Kesehatan RI Tjandra Yoga Aditama dalam rilis yang diterima detikcom, Jumat (25/4/2008).
Menurut Yoga, simulasi ini akan digelar 25-27 April 2008 di Kabupaten Jembrana, yang menurut skenario, menjadi tempat penularan antarmanusia. Selain itu di Desa Dangin Tukadaya, Rumah Sakit Negara, di Kabupaten Jembrana, Rumah Sakit Tabanan, Rumah Sakit Sanglah, dan Bandara Internasional Ngurah Rai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya hasil virologis menunjukkan mutasi virus H5N1 menjadi virus yang menular antarmanusia. Setelah WHO berkonsultasi dengan pemerintah Indonesia, diputuskan perubahan fase pandemi dunia dari fase 3 menjadi fase 4 (di Indonesia fase 4/5B karena episenter terjadi di Indonesia).
Pemerintah melakukan penanggulangan dan menetapkan karantina wilayah sampai dengan tidak ditemukan lagi kasus baru dalam waktu 2 minggu sejak kasus terakhir yang dalam simulasi ini terjadi.
Pelabuhan (darat, laut dan udara) melakukan kegiatan pengawasan lalu lintas orang dan barang yang akan keluar dari daerah penanggulangan, dan kemudian akan dapat ditutup sesuai kebijakan pemerintah. (mly/nrl)











































