Tibor Liska dikatakan bersalah karena menjual pil biru ini melalui surat sekitar 12 ribu paket sebulannya. "Produk ini dijual dengan berbagai nama seperti viagra campur coklat dan tanaman," kata pengacara AS seperti dilansir The Daily Telegraph, Jumat (25/4/2008).
Boom didistribusikan antara Maret 2006 hingga November 2007 melalui perusahaan Yoi Jin Sei di AS, Australia, Colombia, Switzerland, Rusia, Argentina, Jepang, dan beberapa di negara lainnya.
Dalam publikasi produk ini, disebutkan Boom mengandung bahan dasar tanaman. Namun produk ini tidak menyebutkan secara spesifik kandungan obat, memerlukan resep atau tidak, serta efek sampingnya.
Selain terancam 20 tahun, Liska dapat dikenai denda 250 dolar AS. (mly/ptr)











































