SBY & Bush Negosiasi, Laboratorium NAMRU Terus Jalan

SBY & Bush Negosiasi, Laboratorium NAMRU Terus Jalan

- detikNews
Jumat, 25 Apr 2008 00:19 WIB
Jakarta - Walau kerjasama NAMRU telah berakhir tahun 2000, hingga kini proyek penelitian itu terus berjalan. Proyek ini terus berjalan sejak ada negosiasi antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden AS George W Bush di Istana Bogor, Jawa Barat, tahun 2006.

"Sejak tahun 1998 Indonesia keberatan, karena dipandang lebih menguntungkan pihak AS ketimbang Indonesia. Terutama adanya permintaan kekebalan diplomatik," kata pengamat intelijen Wawan Purwanto yang dihubungi wartawan di Jakarta, Kamis (24/2/20008).

Menurut Wawan, permintaan AS saat itu dianggap berlebihan dan dan akan menyulitkan pengontrolan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Deplu juga sudah menyatakan keberatannya. Bahkan Depkes menyatakan keberatan juga bahwa penelitian kesehatan ini jadi bersifat ekonomis, seperti mengambil sampel flu burung lalu dijual lagi ke Indonesia," jelasnya.

Wawan melihat, sinyalemen yang dilakukan NAMRU berbau intelijen tidak ada salahnya. "Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, tuduhan ada agen harus ditindaklanjuti. Kekebalan diplomatik harus dihapus. Kekebalan diplomatik itu hanya untuk Direktur dan Wakil Direkturnya saja," ungkapnya.

Kenapa kontrak NAMRU yang sudah habis ternyata masih berjalan, menurut Wawan, hal ini terjadi karena masih dalam negosiasi.

"Ini bisa dilihat dari kegiatan datangnya Bush bertemu SBY di Bogor tahun 2006. Kegiatan ini tertutup dan undercover maka disebut kegiatan intelijen," tegasnya.

Apakah proyek NAMRU harus ditutup? "Ya, kalau banyak merugikan. Tahun 1991 negara Filipina juga pernah menutup proyek semacam ini. Kalau pun ditutup, saya rasa tidak akan mengganggu hubungan kedua negara, karena ini hanya AL dan Depkes. Jadi, hubungan pendidikan dan pertahanan saya rasa tidak akan terganggu," imbuhnya.

Wawan juga mensinyalir isu dan negosiasi proyek ini akan ditunda-tunda bahkan sampai menjelang Pilpres.

(zal/mly)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads