"Kami membicarakan untuk meningkatkan dan meluaskan kerjasama militer, pendidikan, pelatihan, kunjungan perwira senior, industri pertahanan dan lain-lain," kata Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso usai mendampingi Stirrup di Kantor Dephan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (24/4/2008).
Menurut Djoko, kesepakatan yang telah dibuat kedua belah pihak ini akan ditindaklanjuti dengan membuat program yang lebih kongkret. Pembahasan pembelian peralatan militer baru belum didalami.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang jelas lanjut Djoko, hasil pertemuan ini akan ada semacam pembicaraan level perwira di bawah dirinya. Mereka akan merumuskan secara konkret latihan apa yang akan dilaksanakan.
"Barangkali ada kerja sama industri pertahanan. Jadi akan ditindaklanjuti dengan semacam working gruop. Apa yang akan diprogramkan. Ini baru pada tingkat kebijakan," tandasnya lagi.
Sementara itu, Stirrup mengatakan, kerjasama bidang pertahanan kedua negara sangat penting. Banyak tempat yang sangat berbahaya yang harus ditangani dengan kerja sama.
"Kita harus mencari cara, karena global isu membutuhkan respon bukan hanya dari militer," terangnya.
Saat ini, Stirrup menjelaskan, banyak negara di belahan dunia dan Asia Pasifik adalah tempat strategis. Inggris tentunya sangat senang memiliki hubungan yang baik dengan Indonesia.
"Karena masing-masing membutuhkan. Apalagi Indonesia telah melakukan banyak hal di kawasan Asia Pasifik ini untuk menjaga stabilitas. Kita melakukan bersama, dan kegiatan tersebut akan diteruskan," ujarnya.
Mengenai komitmen kerja sama maritim, Stirrup menjawab, pihaknya menyadari tantangan Indonesia dalam menjaga kepulauan.
"Bagaimana mengembangkan, baik proses, prosedur, terutama bagaimana mengoperasikan secara bersama-sama secara efektif. Kami menempatkan apa yang kita punya secara reguler. Yang bisa dioperasikan bersama TNI," imbuhnya. (zal/fay)











































