Hal itu diungkapkan Anton, Kepala Pos Pemantau Gunung Anak Krakatau kepada detikcom di tempat kerjanya di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten.
Anton menuturkan, status siaga III sebelumnya juga pernah ditetapkan pada 26 Oktober 2007. Dan pada 1 April 2008, status diturunkan kembali menjadi waspada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keesokan harinya aktivitas kegempaan gunung tersebut bertambah menjadi 879 kali. Dan terakhir pada 23 April, tercatat 891 kali.
"Penghitungan aktivitas kegempaan itu dilakukan setiap 6 jam sekali. Untuk hari ini sejak pukul 00.00 hingga 12.00 WIB, tercatat 421 kali," ungkap Anton.
Anton menambahkan, hasil pengamatan visual terhadap kawah Gunung Krakatau juga menunjukkan perbedaan. Diameter kawah gunung yang terletak di Selat Sunda itu saat ini sebesar 150 meter. Sebelumnya hanya 100 meter.
"Namun demikian, kondisi ini masih cukup aman. Radius terlarang masih sekitar 2 km dari puncak gunung," terang Anton. (djo/fay)










































