Balita malang itu kini terbaring lemas di RS Fatmawati Jakarta Selatan. Kodisinya sangat memelas dengan berat badan hanya 3,5 kg.
"Awalnya, anak saya terserang penyakit paru-paru dua bulan lalu, kemudian saya bawa ke RS Kartini dan RS Muhamadiyah, Jakarta Selatan," kata Erli dengan berkaca-kaca menahan tangis kepada wartawan di RS Fatmawati, Jalan RS Fatmawati, Jaksel sore ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Total biaya berobat jalan Rp 300 ribu. Yang Rp 100 ribu pinjam teman dan hingga sekarang belum bisa bapak kembalikan," ujar Erli yang hanya menjadi ibu rumah tangga ini.
Kondisi bocah itu semakin kritis, sehingga memaksa Erli membawa Fitri ke Puskesmas terdekat. Dari puskesmas tersebut, dirujuk ke RS Fatmati pada 18 April 2008.
Hingga kini, semakin hari keadaan Fitri bukannya semakin membaik malah sebaliknya. Berat badannya susut satu kilogram. Matanya nanar. Perut buncit. Tangan dan kakiknya mengecil. Tangan kirinya diinfus.
"Sekarang semuanya saya serahkan kepada Allah," tutur Erli seraya menangis di Ruang Teratai lantai 3 RS tersebut. (asp/nvt)










































