"Kami punya sejarah panjang dalam penelitian medis di AS," kata Direktur NAMRU-2 Kapten Trevor Jones dalam jumpa pers di Kedubes AS, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (24/4/2008).
NAMRU-2 di Indonesia adalah satu dari 5 laboratorium NAMRU yang tersebar juga di Thailand, Mesir, Kenya dan Peru. Fokus mereka adalah penelitian penyakit di wilayah tropis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Dubes AS Cameron Hume menjelaskan pihak militer AS memang berkepentingan untuk melakukan riset medis. Dalam konteks NAMRU-2, risetnya mengenai penyakit tropis.
"Karena tentara sering dikirim bertugas di daerah tropis, jadi kita perlu mengetahui penyakit-penyakit di daerah tropis," kata Hume.
Saat ditanya soal laboratorium NAMRU yang ditutup di Filipina pada tahun 1990-an, Wakil Dubes AS John Heffern membenarkan. Namun ditutupnya laboratorium itu bukan karena berselisih paham dengan pemerintah Filipina.
"Kerja sama kami dengan mereka difokuskan pada militernya," jelas Heffern. (fay/asy)











































