Sejumlah analis mengungkapkan, kekalahan Obama tersebut menimbulkan keraguan baru mengenai prospek Senator Illinois itu jika dirinya maju ke pemilihan presiden pada November mendatang.
"Obama belum bisa menembus para pemilih kelas pekerja -- pria dan wanita kulit putih yang tidak kuliah -- dan itu bisa jadi masalah besar bagi Partai Demokrat pada November nanti," kata Clay Richards, wakil direktur polling Quinnipiac College.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masalah lain yang menghadang Obama adalah soal ras. Menurut exit poll, hampir 20 persen pemilih di Pennsylvania mengakui bahwa ras penting bagi mereka. Karena itu mereka mendukung Hillary.
"Jangan pura-pura, sebagian memang karena ras," demikian menurut pengumpul polling John Zogby seperti dilansir News.com.au, Kamis (24/4/2008).
Namun kubu Obama punya pandangan lain. Menurut David Axelrod, ahli strategi kampanye Obama, para pemilih kelas pekerja memang banyak yang telah meninggalkan Demokrat dalam beberapa pemilihan presiden terakhir.
Menurutnya, kemampuan Obama meraih dukungan para pemilih kulit hitam, independen dan kaum muda merupakan faktor yang jauh lebih penting. (ita/nrl)










































