"Di dunia ini, tidak ada jaminan apa-apa. Kita cuma harus awas saja. Ini kan masalah perang keunggulan di bidang jasa kedokteran untuk pertahanan saja," ujar Menhan Juwono Sudarsono.
Hal itu disampaikan Juwono usai memberikan kuliah umum di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Indonesia di Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Rabu (23/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Kepala Biro Humas Dephan Brigjen TNI Slamet Ariyanto mengatakan kegiatan intelijen di NAMRU baru sebatas kemungkinan.
"Kalau memang pekerjaan tidak ada sesuatu yang terselubung, ada apa kok ditutup-tutupi? Kok kita jadi tamu di rumah sendiri, kan aneh. Itu nggak masuk akal. Misalnya Menkes meninjau harus menunggu sekian lama, ada apa?" kata Slamet.
Namun Slamet menambahkan selama tidak ada data dan fakta yang jelas, dugaan itu jangan sampai menimbulkan luka. (nwk/asy)











































