Hari Kedua UN, Kecurangan Masih Berlanjut di Riau

Hari Kedua UN, Kecurangan Masih Berlanjut di Riau

- detikNews
Rabu, 23 Apr 2008 17:24 WIB
Pekanbaru - Ujian Nasional (UN) SLTA memasuki hari ini memasuki hari kedua. Tapi kecurangan di Riau masih saja berlanjut, dengan cara guru membantu mengisi lembaran jawaban.

Kecurangan pelaksanaan UN di Kecamatan Selat Panjang, Kabupaten Bengkalis, Riau masih saja berlanjut. Masing-masing pihak sekolah berkepentingan untuk membantu muridnya dalam menjawab materi ujian.

Hari ini, Rabu (23/4/2008), UN memberikan materi ujian Kimia dan Bahasa Inggris. Sejumlah SLTA di Selat Panjang, secara serentak membantu para siswanya dalam menjawab soal. Caranya masih seperti sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sumber detikcom seorang pengawas pelaksanaan UN di Selat Panjang menyebutkan, bahwa masing-masing guru sesuai dengan materi ujian mengisi lembaran soal tersebut. Kunci lembaran soal sengaja diambil pihak sekolah yang selanjutnya pihak guru sesuai dengan materi ujain diminta untuk mengisinya.

"Para guru mengisi kunci jawaban di ruang tata usaha. Setelah jawaban tuntas terisi guru yang bersangkutan, selanjutnya kunci jawaban diserahkan ke murid-muridnya. Penyerahan kunci jawaban diserahkan 30 menit sebelum waktu ujian berakhir," terang pengawas yang minta identitas namanya disembunyikan kepada detikcom.

Masih cerita sumber detikcom, mulusnya bocoran ini, merupakan kesepakatan sejumlah SLTS Negeri dan sejumlah SLTA swasta di Selat Panjang. Sehari sebelum UN dilaksanakan, sejumlah kepala sekolah melakukan rapat di Kantor Perwakilan Dinas Pendidikan Kecamatan.

"Dalam rapat itu, para guru diminta untuk memantau para muridnya dalam menghadapi UN. Ini diperlukan untuk mendongkrak kelulus siswanya. Sebab, pihak sekolah meyakini, bila murid tidak dibantu, khawatir banyak yang tidak lulus," terang pengawas yang juga ikut rapat dalam kesepakatan tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Sa’ari yang dikonfirmasi detikcom, menyebut, pihaknya sudah menurunkan tim ke Selat Panjang. Namun katanya, tidak diketemukan adanya bocoran soal tersebut.

"Saya sudah cek ke sejumlah sekokah di Selat Panjang, namun pihak sekolah mengaku tidak ada yang memberikan bocoran kunci jawaban dalam pelaksanaan UN," kata Sa’ari.
 
Namun demikian, pihaknya meminta semua pihak untuk memberikan laporan secara rinci di sekolah mana saja yang terjadi kebocoran itu. "Kalau memang ada bukti yang kuat, berikan laporan pada saya, Kalau cuma isukan, kita sudah mendindaknya," kata Sa’ari. (cha/djo)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads