"Sebagai orang yang beradab dia masuk ke rumah kita tidak izin, itu namanya penjajahan," ujar Munarman kepada detikcom, Rabu (23/4/2008).
Munarman tidak melarang bila orang-orang asing itu membagikan rilis. Namun tempatnya jangan di markas Mer-C dan Annashar Institute.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Munarman menuding dua warga asing yang membawa rilis berkop Kedubes Amerika Serikat bermaksud mengacak-acak konferensi pers yang dilakukannya.
"Iyalah, mau ngacak-ngacak. Mereka dari Kedutaan Amerika, kop surat dari Kedubes Amerika. Makanya Amerika negara bangsat," cetus Munarman.
Karena itu, lanjut Munarman, tindakannya mengusir dua warga asing tersebut tidak bisa disalahkan.
"Kalau tidak diusir ada yang salah dalam mentalitas. Saya tidak mau dijajah di negara sendiri," ujar eks Ketua YLBHI ini.
Rombongan orang asing pembawa rilis berkop Kedubes AS itu adalah seorang pria berkulit putih, pria kulit hitam dan dua wanita pribumi. Salah satu wanita membagikan rilis tersebut pada wartawan saat Munarman cs hendak memulai jumpa pers di kantor Mer-C, Jl Kramat Lontar, Jakarta Pusat.
Munarman langsung naik pitam melihat rombongan tak diundang itu dan mengusirnya.
Rilis yang yang dibawa rombongan orang asing itu adalah fakta-fakta kebenaran NAMRU-2, laboratorium medis milik Angkatan Laut AS, yang oleh Munarman cs disebut telah melakukan kegiatan intelijen.
(nik/nrl)











































