Ketua Badan Standardisasi Nasional Pendidikan, Djemari Mardapi, mengatakan keterlambatan disebabkan karena perbedaan data jumlah siswa.
"Pendataan nggak benar. Kemungkinan administrasi daerah untuk persiapan UN, atau sekolah itu nggak benar mengirimkan jumlah siswanya," kata Djemari saat dihubungi detikcom, Rabu (23/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun yang terjadi di Medan data jumlah siswa di SMA Setia Budi tidak dikirimkan ke tingkat propinsi. "Misalnya datanya menyebut 2 kelas ternyata ada 4, berarti yang dua lagi kan tidak terdata," imbuh Djemari.
Meski demikian, Djemari memastikan, para siswa yang tidak dapat mengikuti ujian karena keterlambatan lembar soal ujian, akan tetap dapat mengikuti ujian susulan.
"Nanti diujikan keberikutnya. Seminggu kemudian," pungkasnya. (ptr/fay)










































