Lab NAMRU Tak Lebih Canggih Dibanding Punya Indonesia

Kontroversi NAMRU

Lab NAMRU Tak Lebih Canggih Dibanding Punya Indonesia

- detikNews
Rabu, 23 Apr 2008 10:07 WIB
Lab NAMRU Tak Lebih Canggih Dibanding Punya Indonesia
Jakarta - Laboratorium Naval Medical Research Unit 2 (NAMRU-2) milik Angkatan Laut AS tidak lebih canggih dibanding punya Indonesia. Lab yang meneliti sampel virus penyakit menular ini juga kurang ada manfaatnya bagi publik Tanah Air.

"Kalau 30 tahun lalu mungkin (Lab NAMRU) masih termasuk canggih. Kalau sekarang, laboratorium Eijkmann milik kita bisa melakukan penelitian seperti mereka. Laboratorium kita nggak kalah canggih," tutur Menkes Siti Fadilah Supari.

Fadilah ditemui detikcom di kediamannya Jl Denpasar Raya 14, Kuningan, Jakarta, Selasa (22/4/2008) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

NAMRU-2 mulai berada di Indonesia pada tahun 1970 untuk meneliti virus-virus penyakit menular bagi kepentingan Angkatan Laut AS, serta Departemen Pertahanan AS. Lab itu terletak satu kompleks dengan Badan Litbang Depkes di Jl Percetakan Negara, Rawasari, Jakarta Pusat.

Awal bulan ini Menkes telah melarang RS-RS di Indonesia mengirimkan sampel penyakit kepada NAMRU karena kerjasama kedua pihak belum diperbarui.

Pada bulan ini pula Menkes AS dan Menkes RI telah bertemu di Jakarta namun keduanya tidak menemui kata sepakat pada isu-isu tertentu.

Pekan lalu, Deputi Menko Kesra Bidang Koordinasi Kependudukan, Kesehatan dan Lingkungan Hidup Emil Agustiono mengungkapkan, salah satu yang menyebabkan perundingan alot soal NAMRU adalah, pihak AS berharap peneliti NAMRU-2 diberi status diplomatik. Pihak Depkes berkeberatan dengan pemberian status diplomatik, karena mereka akan kebal dengan hukum Indonesia.

Sentinel

Lebih lanjut Menkes menyatakan, selama 30 tahun berada di Indonesia, NAMRU mempunyai sejumlah sumber penelitian (sentinel) di beberapa daerah. Sentinel itu meliputi beberapa rumah sakit (RS) dan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).

Menurut Depkes, lanjut dia, sentinel itu antara lain di Yogyakarta,
meliputi 1 RS dan 3 puskesmas. Di Tangerang meliputi 4 puskesmas, di Kalimantan terdapat 2 sumber masing-masing di Balikpapan dan Pontianak. Di Medan, Palembang, Makasar dan Timika, Papua masing-masing 1 RS. (nwk/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads